Indonesia di Antara Tantangan Kesehatan: Prevalensi Perokok Masih Tinggi

Data terbaru menunjukkan hampir sepertiga penduduk usia dewasa merokok, dengan jutaan jiwa terancam penyakit serius akibat rokok dan produk tembakau

1 min read

Indonesia menghadapi tantangan serius terkait kebiasaan merokok dan penggunaan produk tembakau, dengan prevalensi yang tetap tinggi di kalangan orang dewasa dan meningkatnya jumlah perokok muda di beberapa kelompok usia. Menurut data terbaru, sekitar 28,6% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas adalah perokok aktif, menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari populasi dewasa merokok secara rutin dalam sebulan terakhir.

Survei kesehatan nasional juga mencatat bahwa jumlah perokok aktif diperkirakan mencapai sekitar 70 juta orang di Indonesia, termasuk sejumlah anak dan remaja usia 10–18 tahun yang sudah mulai merokok.

Data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 memperlihatkan bahwa sekitar 34,5% orang dewasa menggunakan tembakau, dengan proporsi jauh lebih tinggi di antara laki-laki (sekitar 65,5%) dibanding perempuan (sekitar 3,3%). Selain itu, penggunaan rokok elektronik atau vape juga meningkat signifikan selama dekade terakhir, menunjukkan tren baru penggunaan produk nikotin di kalangan masyarakat.

Dampak pada Kesehatan

Merokok tidak hanya menjadi kebiasaan sosial — ia telah menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular di Indonesia. Rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak sistem pernapasan, jantung, dan pembuluh darah, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti:

  • Penyakit jantung koroner

  • Stroke

  • Kanker paru-paru dan kanker mulut

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Berdasarkan laporan WHO, tembakau menyebabkan lebih dari 7 juta kematian setiap tahun secara global, termasuk kematian akibat paparan asap rokok orang lain (perokok pasif). Di Indonesia sendiri, diperkirakan ratusan ribu jiwa meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang berkaitan dengan rokok, menandai beban besar bagi sistem kesehatan dan kehidupan keluarga.

Tingginya prevalensi merokok di Indonesia menunjukkan urgensi intervensi kesehatan masyarakat yang lebih kuat. Tidak hanya untuk menjaga kualitas hidup perokok itu sendiri, tetapi juga untuk melindungi generasi muda dan kelompok berisiko lain, karena kebiasaan merokok dapat menurunkan fungsi tubuh dan memperburuk kondisi kesehatan jangka panjang.

Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, edukasi tentang bahaya merokok dan vape harus terus digalakkan. Kesadaran individu untuk berhenti merokok dan dukungan kebijakan publik menjadi dua pilar penting yang dapat membantu menurunkan prevalensi perokok di Indonesia demi masa depan yang lebih sehat.